Posted by : Unknown Friday, 17 April 2015

Laporan terbaru menyebutkan bahwa militer Amerika Serikat (AS) tampak serius untuk memanfaatkan robot drone quadcopter dalam peperangan.
Pada 14 April lalu, US Patent and Trademark Office diberikan paten Google yang memungkinkan untuk menghubungkan bersama dan mengendalikan kelompok robot dalam jumlah besar dengan menggunakan cloud.Drone Akan Gantikan Manusia saat Perang
Dilansir IBTimes, Jumat (17/4/2015), sementara belum diketahui apa rencana dari Google dengan paten itu. Di sisi lain, menurut laporan yang dikeluarkan Pusat Keamanan Amerika, militer Amerika Serikat berusaha untuk mengubah dan mempertahankan dominasi teknologi militer Amerika.
“Hari ini militer Amerika Serikat dihadapkan pada siklus buruk yang terus meningkatnya biaya platform dan menyusutnya jumlah personel. Akibatnya, jumlah kapal tempur dan pesawat di persediaan Amerika Serikat terus menurun,” kata Paul Scharre.
Oleh sebab itu, pemerintah AS sekarang berencana beralih ke arah sistem kendaraan tak berawak (UAS/UAV) dengan beberapa drone nano terbang dalam kawanan militernya untuk mengumpulkan data intelijen dalam jumlah besar serta efektif tanpa menempatkan manusia pada risiko.
Drone kecil terbilang cukup murah dan militer dapat memangkas biaya dari kapal perang yang sudah tua sehingga pesawat tidak perlu tempat yang luas untuk penempatan ketika pesawat itu usang atau rusak.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © Info Dunia - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by doni hardiawan -